IP GPA Apalah

ipk-anyar

Jadi, ini ceritanya liburan mau habis. Aku udah mempersiapkan diri saat nanti negara api menyerang #eaak.  Ada beberapa hal yang biasa ditanyain pas liburan kaya gini, “berapa Ipmu?”. Waah, itu adalah hal yang membuatku harus menjelaskan dari A-Z kembali ke A tapi belok ke 0, sumpah! Males banget jelasin mengapa aku yang katanya anak teknik tapi ber-IP di bawah 3(kaya anak teknik lain Ipnya cum laude semua) dan parahnya lagi jadi sempet malu sama temen yang kuliah jurusan pendidikan IP-nya pada cum laude! Kamvret bener dah!.

Gini, aku jelasin sejelas mungkin kenapa aku bisa sampe dapet IP segitu, eng ing eng…

Pertama aku emang gak terlalu minat mata kuliah eksak contohnya kalkulus sama statistika. Bisa dibilang aku nggak cocok di situ.  Aneh kan? Anak teknik harusnya menguasai matematika, karena teknik itu harus punya basic matematika dan fisika yang kuat! Mau gimana lagi, orang aku pengennya ke kartografi/geologi kok tapi Tuhan menempatkanku di departemen ini yaudah terima aja. Toh, pasti ada alasan mengapa dan bagaimana aku berada di tempatku sekarang. BTT, aku nggak seriusin mata kuliah itu, alhasil nilaiku jelek banget sumveh! Kayanya waktu 4 tahun ke depan aku bakal ngulang setiap semester ganjil buat memperbaikinya.

Alasan kedua, jadi aku itu ikut UKM di Universitas. UKM itu mengadakan acara di akhir tahun yang rapatnya sampe malem, dan acaranya di tengah-tengah UAS. Alhasil, waktu-waktu UAS aku harusnya belajar malah rapat blablabla di Klaten. Oke, STK sama Kalkulusku hancur. Eh, lebih parah STK deng, aku dapat D!(jangan coba-coba tanya!!!)

Alhasil waktu nilai-nilai itu diumumkan di palawa…Sedih banget liat layar yang rata-rata diisi nilai C dan D. Walaupun aku dapat nilai A 3 ekor dan B 1 ekor, nggak cukup mendongkrak nilai yang terlanjur jatuh karena ada nilai D dan banyak C di situ. Karena stress dengan IP, beratku pun otomatis turun 3 kg dalam 2 hari! Wah, di rumah kerjaannya nangis bombay dan ngadu ke ortu. Namun demikian, ortuku itu pengertian banget dan sama sekali nggak marahin aku. Mereka malah lebih support aku dan memotivasiku(Aku jadi ngerasa beruntung banget).  Mereka bilang, masih ada semester depan, masih ada kesempatan, jangan mudah putus asa dengan IP. Well, I also got similar answer when I talked to my “that one”, dia ngomong “…bahkan orang yang tidak lebih pintar darimu tetap bisa melangkah maju dengan pikiran positif, lalu kenapa orang cerdas sepertimu tidak bisa?”(Rasa-rasa yang pernah hilang,,,ehh,,,rasa-rasa tertampar)

ipk-httpganaspati-comipk-mu-bukan-segalanya-html1

Akhirnya aku sadar, IP itu penting nggak penting. Penting karena itu mempengaruhi masa studi di UGM yang sekarang dibatasi hanya 5 tahun dan bidikmisiku bakal terpengaruh juga oleh IP. It also becomes proof whether I understand the subjects or not. Cari kerja pun bermodal IP, kalo IP bagus pasti lebih dipertimbangkan daripada mereka yang berIP pas..rah. Nggak penting karena, itu Cuma angka ndes! Sukses nggaknya aku itu ditentukan dari kemauan dan kemampuan memaksimalkan potensi diri, bukan dari seberapa tinggi IP yang aku capai.

Least but not the last, jangan suka menyepelekan apapun, dampaknya ngeri coy! Jangan suka “belajar coba-coba”. Don’t ever try being lazy in crucial time because every single day is a crucial one. Set up priority! It really helps when you’re frustrated.

Ini akhir cerita, kalo ada hikmahnya ambil aja, kalo nggak ada close tab aja.

Advertisements

Author: Howdy!

I never took it serious until you told me you were serious. Now, I'm completely serious.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s